Bupati Sintang Resmikan dan Uskup Sintang Berkat Gua Maria Pangkal Marselung, Paroki Maria Ratu Damai Semesta, Tempunak
Tempunak, 23
Juni 2026, Suasana penuh sukacita menyelimuti Stasi Tembak,
Paroki Maria Ratu Damai Semesta (MRDS) Tempunak, Kabupaten Sintang. Ribuan umat Katolik
dan Masyarakat setempat menghadiri peresmian serta pemberkatan Gua Maria Pangkal
Marselung, sebuah sarana devosi yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman
sekaligus destinasi wisata rohani ke depannya di wilayah tersebut.
Peresmian Gua
Maria Pangkal Marselung dilakukan secara resmi oleh Herkulanus Bala selaku
Bupati Sintang ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan Pita oleh ibu
Maria Magdalena Anggota DPRD Kabupaten Sintang. Dalam sambutannya, Bupati Sintang
menyampaikan apresiasi kepada umat dan seluruh pihak yang telah bergotong royong
mewujudkan pembangunan Gua Maria tersebut. Menurutnya, keberadaan Gua Maria Pangkal
Marselung tidak hanya menjadi tempat berdoa bagi umat Katolik, tetapi juga dapat
memperkuat nilai persaudaraan dan kerukunan. Masyarakat juga diajak untuk menjaga
lingkungan.
“....di dalam cerita kita Masyarakat ada Keling dan Kumang, yang saya percaya bahwa Kumang adalah bunda maria. Keberadaan Gua Maria ini menjadi simbol iman, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat. Saya berharap tempat ini dapat dijaga dan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan Rohani serta menjadi wisata Rohani kedepannya,..” ujar Herkulanus Bala Bupati Sintang.
Rangkaian acara
kemudian dilanjutkan dengan Misa Kudus dan pemberkatan Gua Maria yang dipimpin oleh
Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap. Dalam homilinya, Uskup Sintang mengajak umat untuk
menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dalam kehidupan beriman, terutama dalam ketaatan,
kesederhanaan, dan kesetiaan kepada kehendak Tuhan.
“Gua Maria bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi tempa tumat semakin dekat dengan Allah melalui perantaraan BundaMaria. Semoga setiap orang yang datang berziarah ketempat ini memperoleh kedamaian, pengharapan, dan penguatan iman”, pesan Mgr. Samuel Oton Sidin.
Pemberkatan
dilakukan melalui doa khusus, pemercikan air suci, menyalakan lilin serta penghormatan
kepada patung Bunda Maria yang menjadi pusat devosi di Gua Maria Pangkal Marselung.
Setelah pemberkatan, umat Bersama-sama mengikuti prosesi doa dan penghormatan kepada
Bunda Maria sebagai ungkapan Syukur atas selesainya Pembangunan Gua Maria tersebut.
Ketua panitia
Pembangunan menyampaikan bahwa Pembangunan Gua Maria Pangkal Marselung merupakan
hasil Kerjasama dan pengorbanan umat, para donatur, serta dukungan pemerintah
dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan kehidupan menggereja
di Stasi Tembak.
Selain dihadiri
oleh tokoh Gereja dan pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri para pastor
yang sebelumnya pernah bertugas di paroki tempunak, tokoh masyarakat, serta umat
dari berbagai stasi dan paroki di Keuskupan Sintang. Momentum ini menjadi sanggatlah
penting bagi perkembangan kehidupan iman umat Katolik di Paroki Maria Ratu Damai Semesta Tempunak serta
memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Gereja ditengah masyarakat.



